Minggu, 20 November 2016

Waspadai serangan hama bodas/gurem pada budidaya bawang merah

Waspadai serangan hama bodas/gurem pada budidaya bawang merah
Membudidaya bawangmerah memanglah tidak semudah membalikkan telapak tangan, tidak bisa tiba-tiba langsung panen mendapat hasil berlimpah. Seringkali petani bawang merah sudah melakukan persiapan, penanaman, pemupukan serta pengairan serta penyiangan rumput sudah dilakukan dengan secermat mungkin, pemilihan bibit kualitas bagus juga sudah dilakukan. Namun tidak jarang panen mengalami kegagalan, lalu apa yang menjadi penyebab semuanya terjadi?
Kegagalan panen dalam budidaya bawang merah memang dapat ditentukan dari banyak faktor. Salah satu nya dikarenakan serangan hama, sudah menjadi bagian tugas utama petani yakni mencegah dan memberantas hama penyakit pada tanaman bawang merah. Tidak salah apabila petani juga membekali diri dengan menguasai cara budidaya bawang merah yang baik dan benar. Pengetahuan akan pentingnya mengetahui cara budidaya akan mendorong petani meningkatkan mutu hasil produksi bawang yang sudah ditanamannya.
Banyak macam hama yang dapat menggagalkan panen bawang merah, mulai serangan hama dari jenis bados/gurem, kutu, ulat, tungau dan sebagainya. Semua bagian tanaman bawang dapat menjadi sasaran serangan hama. Sampai ada yang ikut menyerang umbi, walaupun sudah berada dalam gudang penyimpanan. Apapun bentuk hama yang menyerang, harus segera ditangani dan di basmi secepatnya.
Cukup banyak dijumpai hama –hama yang menyerang bibit bawang merah, akan tetapi dari kesekian banyak hama tersebut. Ada satu yang dikenal paling ganas menyerang tanaman bawang merah, Yaitu thrips tobaci lind yang lebih popular dikenal dengan sebutan gurem atau bodas. Nama lain dari hama ini diberbagai daerah disebut dengan hama thrip, hama lieur, hama liyer, atau hama putih.
Ciri dari hama ini berwarna coklat kelabu dengan panjang +- 1mm. mempunyai larva berwarna kuning muda. Perkembangbiakan hama ini tergolong cepat dan menyebar diseluruh areal tanaman secara cepat pula. Hama ini hidup dikuncup daun yang saling menempel, ada juga ysang bersembunyi di lapisan umbi, jika serangan ini terjadi mendekati waktu panen, maka hama yang terbawa umbi saat penyimpanan di gudang akan membuat umbi rusak.
Hama gurem atau bodas menyerang daun, terutama daun yang masih muda . ciri-ciri serangan dapat dilihat dari bentuk daun yang terlihat bercak-bercak mengkilau dan luka bekas gigitan meninggalkan bintik-bintik putih. Bercak mengkilau tersebut lama-lama akan mengumpul menjadi satu sehingga warna daunnya menjadi abu-abu dan akan mengering kemudian mati.
Pemberantasan hama gurem ini dapat dilakukan dengan menyemprotkan pestisida secara intensif, bukan hanya pada daun yang terserang, tapi juga pada tanah tempat menanam, tujuannya agar larva hama di dalam tanah dapat terkikis habis. Beberapa pestisida yang dapat digunakan untuk membasmi hama ini adalah Diazinon 60EC, Phosvel 300 EC, Lannate, Tamaron, Bayrusil 25 EC, Basudin 60 EC, dan Folidol.
Demikian sedikit uraian yang dapat kami sampaikan, semoga dapat menjadi inspirasi bagi anda semua. Salam sukses dari kami. Bagi anda yang ingin mencoba budidaya bawang merah dan sedang membutuhkan bibit bawang merah. Silahkan dapat menghubungi kami di 087838393451


Waspadai serangan hama bodas/gurem pada budidaya bawang merah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar