Senin, 14 November 2016

Cara budidaya bawang merah

Cara budidaya bawang merah
Bawang merah atau dalam istilah orang jawa lebih familiar di sebut dengan brambang, adalah tanaman yang di peruntukan untuk bumbu. Bawang merah merupakan tanaman semusim yang banyak di tanam di daerah yang mempunyai ketinggian 10-250 meter diatas permukaan laut (mdpl). Dengan kecocokan dataran rendah, suhu agak panas, beriklim kering dan cuaca cerah. Akan tetapi,  budidaya bawangmerah juga dapat dilakukan di dataran tinggi, namun akan mempengaruhi hasilnya.
Budidaya bawang merah yang dilakukan pada dataran rendah, akan menghasilkan umbi brambang yang memiliki ukuran lebih besar (tergantung varietas) dan juga akan memperpendek waktu tanam atau masa panen yakni 60-70 hari. Bawang merah yang memiliki varietas bagus akan menghasilkan umbi brambang yang bagus pula, dikarenakan gen induk akan menurun pada anakannya. Sehingga pemilihan bibit bawang merah yang baik dan unggul, akan berpengaruh besar terhadap hasil panen.
Estimasi hasil panen yang di dapatkan apabila menanam bibit bawang merah yaitu ; satu umbi brambang /bibit bawang merah secara umum akan memunculkan tunas baru berjumlah 5-20 anakan. Apabila beruntung, hasil anakan akan lebih dari 20 tunas anakan. Hasil umbi brambang sangat di pengaruhi dari jumlah dan kapasitas umbi brambang tersebut menerima sinar matahari. Lamanya penyinaran secara kritis berdurasi antara 11-16 jam/hari (tergantung varietas), maka dari itu budidaya bawang merah lebih baik dilakukan saat awal musim kemarau (maret-oktober).
Sebenarnya tidak lah terlalu sulit mencoba budidaya bawang merah apabila sudah mengetahui cara bercocok tanamnya, tanaman bawang merah sangat menyukai jenis tanah yang subur, gembur dan banyak mengandung bahan organik. Hal ini berpengaruh dalam proses perkembangan umbi brambang akan menjadi lebih besar. Jenis tanah yang paling baik untuk budidaya bawang merah adalah tanah lempung berpasir atau pun tanah lempung berdebu. Dikarenkan kedua jenis tanah ini memiliki draenase dan aerase yang baik, dengan perbandingan yang seimbang antara fraksi liat, pasir dan debu. Keasaman tanah (PH)yang tepat untuk digunakan budidaya bawang merah adalah antara asam sampai normal. Yakni antara 6,0-6,8.
Selain faktor iklim dan juga tanah, tentu pemilihan bibit menjadi langkah krusial yang harus di perhatikan. Faktor pemilihan bibit bawang merah memegang peranan penting dalam menanam bawang merah. Penggunaan bibit bawang merah unggul bermutu tinggi merupakan langkah awal meningkatkan produksi. Pilihlah bibit bawang merah yang bebas hama penyakit, berasal dari varietas unggul, berasal dari tanaman sehat.
Bibit bawang merah yang berasal dari tanaman yang sehat dapat dilihat dari tampilan fisiknya. Diantara ciri nya dalah umbi berwarna cerah, tidak terlihat serangan penyakit, padat, dan yang paling penting untuk diperhatiakan umbi brambang yang akan dijadikan bibit harus sudah melalui masa penyimpanan selama 2-6 bulan lamanya.
Cara penanaman bawang merah untuk bibit sebenarnya tidak jauh berbeda dengan penanaman bawang merah untuk keperluan konsumsi, akan tetapi kerapatan saat penanaman inilah yang harus diperhatikan. Jarak tanam umbi yang digunakan untuk bibit adalah 10x10 ini ukuran sedang agar umbi yang dihasilkan tidak terlalu kecil, pembesaran dan penjalarannya dapat dipantau seawaktu-waktu. Umbi brambang yang dipanen untuk bibit, harus dalam usia tua agar tidak busuk, yaitu usia 70-90 hari, dalam usia ini secara tekstur  fisik dari umbi brambang padat. Kemudian dijemur tidak sampai terlalu kering dan tidak boleh kehujanan selama 5-8 hari, kemudiaan dapat disimpan selama 2-6 bulan.

Demikian sedikit tips yang bisa kami bagikan, kami berharap pembaca dapat mengambil manfaat dari apa yang kami tulis. Selamat beraktifitas kembali, salam sukses sejahtera untuk anda. bagi anda yang sedang membutuhkan bibit bawang merah, dapat menghubungi kami di layananan konsumen : 087838393451 
Cara budidaya bawang merah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar