Minggu, 15 Januari 2017

Bawang merah sebagai perlindungan terhadap kanker

Bawang merah sebagai perlindungan terhadap kanker
Mendengar kata “kanker” tentu menjadi momok menakutkan bagi kebanyakan orang, kanker merupakan sel jaringan di dalam tubuh yang berkembang abnormal dengan mengambil sari-sari makanan yang dibutuhkan oleh sel jaringan normal, sehingga sangat merugikan tubuh. Sebelum berkembang, bahkan sebaiknya dicegah sebelum tumbuh. Pencegahan terhadap sel kanker ini bisa dengan mengkonsumsi bawang merah.
Berdasarkan hasil penelitian , diketahui bahwa manfaat bawang merah terbukti cukup ampuh dalam mencegah serangan kanker. Walaupun mengkonsumsi bawang merah dilakukan secara standar yaitu berkisar antara 1-2 kali dalam seminggu atau 5-6 kali dalam seminggu. Bawang merah memiliki kandungan phenolic lebih banyak ketimbang bawang putih. Dengan demikian bawang merah membantu proses detoksifikasi. Maka tidak ada salahnya apabila mengembangkan budidaya bawangmerah karena melihat keunggulannya.
Beberapa jenis kanker yang dapat dicegah dengan mengkonsumsi bawang merah diantaranya kanker colorectal, kanker laryngeal, kanker ovarium, kanker esophageal dan kanker mulut. Beberapa jenis kanker lain membutuhkan asupan bawang merah secara rutin atau setiap hari. Dalam beberapa penelitian lainnya disebutkan bahwa bawang merah mampu menangkal radikal bebas yang menyebabkan kanker hati, dikarenakan adanya senyawa sulphur dan flavonoid di dalamnya. Flavonoid berfungsi mengurangi resiko kanker, jantung dan kencing manis.
Kandungan flavonoid dalam sebutir bawang merah memiliki unsur anti kanker, anti bakteri, anti virus dan anti alergi. Bawang merah juga mampu mengeluarkan antikoagulan yang membantu proses pencairan darah sekaligus meningkatkan fungsi otak, sehingga mengurangi penyakit alzhaimer. Berbagai macam manfaat bawang merah yang dapat diambil dan dikonsumsi.
Dengan membaca berbagai pemaparan tentang khasiat bawang merahsebagai perlindungan terhadap kanker. Tidak kah anda tertarik untuk membudidayakannya? Segera manfaatkan tanah kosong di sekitar lingkungan anda untuk menanam bibit bawang merah agar dapat memetik segudang manfaat dari keajaiban bumbu dapur ini. Atau mungkin anda kebingungan karena tidak ada lahan kosong? Tenang , bawang merah ini juga dapat di tanam di dalam polybag atau pun pot. Selain menghemat tempat, banyak manfaat  tanaman ini juga dapat dijadikan tanaman hias. Menarik bukan?
Bagi anda yang tertarik budidaya bawang merah dan kesulitan menemukan penjual bibit bawang merah, kami menyediakan bibit usia tua, siap tanam dengan harga terjangkau. Segera hubungi kami di 087838393451 untuk mendapat penawaran menarik dari kami. Terima kasih. Semoga bermanfaat dan sukses selalu.
Bawang merah sebagai perlindungan terhadap kanker



Minggu, 01 Januari 2017

Khasiat mengagumkan dari sebutir bawang merah

Khasiat mengagumkan dari sebutir bawang merah
Tidak ada yang menyangkal jika bawang merah mendominasi hampir keseluruhan bahan kuliner khas Indonesia, terutama kuliner asli bersantan maupun aneka rending-rendangan. Pada umumnya, bawang merah diolah dengan cara dihaluskan, sebagai campuran bumbu makanan bisa juga dengan diiris dipotong kecil-kecil digoreng sebagai taburan makanan. Dikarenakan kebutuhan bawang merah yang meroket untuk kebutuhan kuliner, tidak jarang para pembudidaya bawang merah memilih memanen bawang mereka saat usia konsumsi.
Sebenarnya manfaat yang dapat diambil dari bawang merah bukan hanya sebagai penyedap makanan saja, bawang merah memiliki berbagai kandungan yang sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh manusia. Beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan para ahli yang berkompeten di dapatkan bahwa Allium ascalonicum atau yang lebih dikenal dengan bawang merah mempunyai kandungan quercetin dalam kadar yang cukup tinggi.
Quercetin termasuk salah satu senyawa jenis flavonoid tergolong kelompok polifenol yang kandungan nya terdapat dalam berbagai macam tumbuhan. Beberapa jenis kandungan dalam bawang merah yang berdampak positif terhadap berbagai serangan penyakit diantaranya adalah asma, pilek, infeksi bakteri, masalah pernafasan, batuk dan penyakit ringan yang berhubungan denga pernafasan.
Para ahli kesehatan terkemuka dunia sudah mengakui adanya fakta bahwa bawang merah memang memberikan efek kelonggaran besar terhadap pasien dengan asma kronis, alergi bronchitis, batuk, dan sindrom dingin. Manfaat kesehatan bawang merah ini dikarenakan adanya senyawa sulphur yang terdapat dalam minyak esensial. Merupakan antioksidan yang sangat efektif membantu menetralisir radikal bebas dalam tubuh manusia.
Bawang merah pun mengandung zat gizi serta nongizi (fitokimia) , zat gizi yang terdapat dalam kandungan bawang merah diantaranya kalori sebanyak 39kal, protein sebesar 1,5g, lemak sebanyak 0,3g, karbohidrat 10,2g, kalsium 36mg, fosfor 40mg, zat besi 0,8mg, vit.B1 0,03mg, vit.C 2,0mg, air 88mg. kandungan gizi ini dapat dimanfaatkan oleh tubuh untuk menyediakan energy, membangun jaringan, dan mengatur fungsi tubuh.
Demikian sedikit yang dapat kami sampaikan mengenai bagaimana kandungan dari senyawa yang terkandung dalam bawang merah, manfaatnya dapat dirasakan untuk kesehatan tubuh manusia. Jadi dengan mengetahui beberapa manfaat tersebut, maka tidak ada salahnya jika pembaca semua mulai tertarik dengan budidaya bawang merah. Segera dapatkan bibit bawang merah kualitas terjamin. Dengan menghubungi customer service kami segera di nomer : 087838393451
kami menjual bibit bawang merah dengan harga terjangkau, kualitas tidak perlu diragukan lagi, karena bawang merah yang kami sediakan benar-benar kualitas bibit yang sudah berusia tua. 

Selamat mencoba salam sukses untuk anda semua, mari galakkan penanaman pada lahan pertanian kita.
Khasiat mengagumkan dari sebutir bawang merah

Minggu, 04 Desember 2016

Tanda-tanda bawang merah siap panen

Tanda-tanda bawang merah siap panen
Budidaya bawang merah dipanen dalam umur yang beragam. tergantung jenis, tempat penanaman, tingkat kesuburan, dan tujuan pembudidayaan. Bawang merah ada yang mempunyai umur pendek ada juga yang memiliki umur panjang. Penanaman bawang merah yang dilakukan di dataran tinggi biasa memiliki umur panen yang cukup panjang, sementara itu, umur tanaman yang berada di tempat subur dan dataran rendah mempunyai umur lebih pendek.
Dilain sisi, apabila pemanenan ditujukan untuk menghasilkan umbi bibit bawang merah, pemanenan harus dilakukan setelah bawang merah benar-benar cukup tua. Sedangkan jika pemanenan ditujukan untuk kebutuhan konsumsi dapat dipanen pada umur muda. Perlu diingat kegiatan pemeliharaan seperti penyiangan, pengairan, pemupukan, dan penyemprotan pestisida seharusnya dihentikan kurang lebih sebulan sebelum panen.
Ada tanda-tanda yang dapat dipakai untuk mengetahui waktu panen, pertanda tersebut dapat dilihat dari perubahan warna daun dan pangkal daun pada ujung umbi atau batang leher umbi. Jika sekitar 60-70% dari seluruh tanaman daun-daunnya menguning atau mengering dan batang leher umbi terkulai maka dapat dipastikan saat panen telah tiba. Bawang merah yang dipanen pada usia ini adalah bawang peruntukan konsumsi (60-70 hari).
Bawang merah yang diperuntukan untuk bibit harus dipanen lebih akhir (80-90 hari), atau dapat ditandai dengan menguningnya tanaman dan batang umbi telah tekulai sekitar 80-90% , ini dilakukan agar mendapat kualitas bibit bawang merah yang benar-benar tua tidak kisut dan mudah tumbuh tunas baik saat dalam masa penyimpanan maupun saat penyemaian dilakukan.
Pada prinsipnya, saat panen telah tiba saat 60% daun menguning dan agak lemas, batang umbi lemas jika dipegang (bukan karena serangan hama) dan tanda yang paling jelas Nampak adalah jika umbi bawang merah sudah Nampak dipermukaan tanah. Perlu diingat jangan memanen umbi terlalu muda, dikarenakan selain umbi nya kurang padat, juga apabila disimpan kisut, bobot berkurang dan mudah busuk.
Dengan memanen bawang merah yang cukup tua, umbi terlihat cukup keras dan padat serta tahan lam jika disimpan. Cara memanen nya pun terbilang cukup mudah, yaitu tinggal mencabut tanaman dengan tangan. Namun hati-hati jangan sampai batangnya putus dan umbinya tertinggal di dalam tanah. Usahakan pemanenan dilakukan saat pagi hari tidak hujan dan dalam keadaan tanah cukup liat atau bisa juga saat keadaan batang kering elastis agar memudahkan pencabutan juga menghindari serangan penyakit busuk umbi berlendir.
Setelah dicabut umbi kemudian didiamkan beberapa jam diatas bedengan, selanjutnya dapat diikat berkelompok bagian batangnya. Biasanya tiap ikatan memiliki berat 2-5kg, namun banyak sedikitnya ikatan dapat disesuaikan dengan keinginan, kemudian umbi ikat dapat dikeringkan untuk dijual atau disimpan.
Sampai disini dulu ulasan ini kami sudahi, semoga kedepan dapat mengulas cara budidaya bawangmerah yang lain, agar dapat bermanfaat bagi pembaca semua. Bagi para pembaca yang menghendaki membeli bibit untuk budidaya? Kami menyediakan bibit bawang merah tua kualitas bibit bagus.

Kami menjual bibitbawang merah, anda dapat menghubungi kami melalui customer service di : 087-838-393-451. Salam sukses untuk anda semua, mari bersama majukan pertanian Indonesia.
Tanda-tanda bawang merah siap panen

Sabtu, 03 Desember 2016

Membasmi hama ulat bawang dengan perangkap ngengat

Membasmi hama ulat bawang dengan perangkap ngengat
Pembudidaya bawangmerah sudah mulai menunjukkan geliat kerja kerasnya. Bawang merah merupakan sayuran rempah yang banyak di konsumsi masyarakat Indonesia. Sebagai bumbu pelezat yang menjadi cita rasa khas kekayaan kuliner yang sungguh lekat di lidah Indonesia. Bawang merah pun sudah banyak di budidayakan oleh petani di daerah-daerah tertentu. Akan tetapi bercocok tanam bawang merah sering kali menemui kendala, diantaranya kendala hama penyerang tanaman, salah satu nya karena serangan hama ulat bawang.
Hama ulat bawang spodoptera exigua hama ini menyerang dengan cara meletakkan telur pada pangkal dan ujung daun bawang merah secara berkelompok. Serangannya ditandai dengan bercak putih transparan pada daun. Banyak nya telur yang diletakkan berkisaran 80 butir dalam satu kelompok. Telur dilapisi benang-benang putih seperti kapas. Sebaiknya apabila menemui kelompok telur ulat bawang ini segera untuk dibasmi, agar tidak sampai menetas menjadi ulat yang akan menimbulkan serangan hama yang lebih parah lagi.
Pengendalian hama ulat bawang dibutuhkan agar hasil panen yang diharapkan tidak mengecewakan. Butuh perawatan seimbang , membasmi ulat beserta seluruh telur-telur yang telah dibawa merupakan cara bijak mengendalikan hama ini. Lalu bagaimana kah caranya? Kini telah banyak dikembangkan teknologi-teknologi pembasmi ulat bawang ini. Salah satu nya dengan perangkap ngengat. Perangkap ini dapat berupa lampu light trap (lampu perangkap) lampu ini di desain sederhana dengan alat yang mudah ditemukan yaitu dengan lampu dan baskom. Sumber energy dari lampu ini bisa di dapat dari baterai, listrik maupun memanfaatkan energy surya.
Pengendalian ulat bawang juga dapat dilakukan dengan pemberian feromon exi , feromon ini bertujuan untuk memanipulasi feromon seks pada ngengat yang akan mengacaukan komunikasi ngengat. Feromon ini mampu membunuh 400-700 ngengat jantan/malam/perangkap, cukup efektif bukan? Cara penggunaan feromon ini bisa dengan diisi air sabun agar ngengat yang jatuh tidak dapat terbang kembali. Dalam 1 ha lahan bibitbawang merah dibutuhkan sekitar 12-24 perangkap , feromon exi merupakan antraktan khusus untuk mengendalikan ulat bawang.

Demikian lah yang dapat kami sampaikan, semoga menginspirasi pembaca dalam mempelajari tata carabudidaya bawang merah . bagi pembaca yang ingin mendapatkan bibit bawang merah, dapat segera menghubungi kami di nomer customer service : 087838393451
Membasmi hama ulat bawang dengan perangkap ngengat

Jumat, 02 Desember 2016

Melindungi budidaya bawang merah dari serangan hama dengan musuh alami

Melindungi budidaya bawang merah dari serangan hama dengan musuh alami
            Budidayabawang merah merupakan langkah tepat yang di ambil oleh para petani. Dengan membudidayakan bawang merah petani ikut memenuhi kebutuhan pasar akan ketersediaan salah satu komoditas penting ini. Bawang merah termasuk dalam kategori bumbu dapur yang banyak di butuhkan masyarakat, masakan akan menjadi hambar tanpa kehadiran si merah ini.
            Akhir-akhir ini ketersedian bawang merah di pasaran mengalami penurunan, hal ini juga yang menjadi salah satu faktor naiknya harga bawang di banyak tempat. Setelah di perhatikan dengan telita penurunan produksi panen bawang merah disebabkan oleh berkembangnya hama penyerang tanaman bawang merah. Petani sudah melakukan banyak cara untuk memberantas hama penyakit ini, namun upaya yang dilakukan para petani ini selalu berakhir dengan kekecewaan.
            Pemberian pestisida pencegah maupun pembasmi hama pada bibit bawang merah sudah sering dilakukan, mulai dari pemberian pestisida dosis kecil, menengah hingga tinggi. Akan tetapi progres yang di dapat petani pun sama saja, tanaman mereka tetap di serang hama. Sehingga mereka mulai berpikir untuk mencari strategi baru yang ramah lingkungan juga dapat membantu mengatrol hasil panen mereka.
            Pengendalian hama budidaya bawang merah dilakukan dengan menambah populasi musuh alami, disamping menghemat biaya, diharapkan musuh alami juga dapat memberantas hama menjadi mangsa tanpa banyak menyita waktu petani. Musuh alami merupakan suatu pengendaliaan hama utama hama yang bekerja secara tergantung kepadatan populasi, sehingga tidak dilepaskan dari kehidupan dan perkembangan hama.
            Musuh alami bertujuan mengendalikan hama secara alami bahkan tanpa bahan kimia, keberadaannya harus dilestarikan karena dapat membantu petani dalam pemberantasan hama tanaman budidaya bawang merah. Melihat pentingnya musuh alami, maka penggunaan insektisida yang mempunyai spektrum luas, dalam artian dapat juga membunuh musuh alami harus segera dihentikan.
            Adapun yang termasuk musuh alami pelindung bibit bawang merah dari serangan hama adalah :
1.      Kumbang koksi musuh alami dari thrips dan kutu daun
2.      Kumbang paedarus musuh alami dari thrips dan kutu daun
3.      Laba-laba musuh alami dari grayak, kutu daun, ulat bawang dan kutu daun.

Demikian sedikit informasi yang dapat kami bagikan semoga dapat bermanfaat bagi pembaca yang ingin mengetahui cara budidaya bawang merah. Dengan terus belajar dan mencari informasi menjadikan langkah terang kehidupan menjadi lebih baik. Apabila pembaca semua mencari bibit bawang merah dengan kualitas terbaik, silahkan dapat langsung menghubungi kami segera. di nomer : 087838393451
Melindungi budidaya bawang merah dari serangan hama dengan musuh alami

Selasa, 22 November 2016

Pemberantasan penyakit layu fusurium pada budidaya bawang merah

Pemberantasan penyakit layu fusurium pada budidaya bawang merah
Para pembudidaya bawangmerah tentu tidak asing dengan penyakit layu fusurium, hama ini menyerang tanaman bawang merah pada usia kapan saja. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan parasite yang menempel pada tanaman bawang merah. Penyakit ini menyebar dengan cepat lewat perakaran umbi dikarenakan habitat hidup parasite ini ada di tanah di sekitar tempat tumbuh bawang merah.
Gejala serangan sering ditandai dengan menguningnya daun bawang, selanjutnya tanaman bawang merah dengan cepat moler atau layu. Pada musim hujan cendawan ini akan berkembang biak dua kali lipat dari biasanya, hal ini perlu diwaspadai karena dapat membahayakan bibit bawang merah yang sudah ditanam. Dikarenakan sifat cendawan yang mudah menular dari satu tanaman ke tanaman yang lain karena pengaruh kelembaban udara, maka pencegahan dan pengendalian yang tepat perlu segera dilakukan.
Tindakan pencagahan dari layu fusurium sebaiknya dilakukan saat awal pemilihan bibit, pembibitan, pengolahan lahan, serta penyebaran terhadap tanaman bawang lainnya. pemilihan benih berkualitas yang tahan terhadap penyakit layu fusurium sangat menentukan hasil umbi yang akan di panen. Begitu juga dengan pengolahan lahan yang tepat, sebaiknya lahan dibersihkan dari akar-akar tanaman lain atau akar tanaman bawang lain, hal ini mencegah penularan cendawan.
Saat pemindahan media tanam, bibit bawang merah dapat dikocor dengan trichoderma dalam masa umur 10 HST sebelum tanam. Lakukan pengocoran 7 hari sekali untuk langkah pencegahan. Cabut dan musnahkan apabila terdapat tanaman bawang merah yang sudah terinfeksi layu fusurium, kemudian lubang bekas cabutan dapat diberi dolomit dan di kocor trichoderma. Setelah pencabutan usahakan segera mencuci bersih tangan dengan sabun dan jangan menyentuh tanaman lain, dikarenakan spora fusurium dapat dengan cepat berpindah menyerang tanaman lain.
Alangkah lebih baik mencegah penyebaran penyakit layu fusurium ini, dikarenakan tanaman bawang merah yang sudah terinfeksi penyakit ini akan sangat sulit untuk disembuhkan. Saat tanaman bawang merah sudah diserang maka bagian vital dari tanaman sudah tidak bisa berfungsi. Akar dan pembuluh pengangkut pada pangkal batang telah diserang mengakibatkan kerusakan dan membusuk kemudian mati.

Demikian sedikit pembahasan yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca semua, bagi pembaca yang ingin mengetahui cara budidaya bawang merah dan mendapatkan bibit, dapat menghubungi kami di : 087838393451
Pemberantasan penyakit layu fusurium pada budidaya bawang merah

Senin, 21 November 2016

Mengendalikan hama ulat daun dengan treatmen yang tepat

Mengendalikan hama ulat daun dengan treatmen yang tepat
            Ulat daun seringkali ditemukan pada bersembunyi diantara rimbun daun bibit bawang merah yang telah ditanam. Ulat ini mempunyai nama ilmiah Laphygma exigua HBN (ulat penggerek daun), termasuk jenis ulat yang ditakuti pada masa lampau, disaat obat-obtan pertanian seperti insektisida belum banyak beredar di pasaran. Ciri dari ulat ini apabila masih muda berwarna hijau menyerupai daun, sehingga sulit mengamati keberadaan ulat ini, dikarenakan warnanya hijau yang membaur dengan daun.
            Panjang ulat penggerek daun ini biasanya mencapai 2,5cm. seperti halnya hama penyakit lain pada budidaya bawang merah, ulat ini juga termasuk yang cepat berkembang biak. Masa berkepompongnya dihabiskan di dalam tanah, ulat ini juga menyerang jenis tanaman lain mulai dari sayur-sayuran, tembakau, kapas dan rumput-rumputan. Ini juga salah satu faktor penularan ulat ini ke tanaman bawang, apabila tanaman-tanaman tersebut berada tak jauh dari lokasi budidaya.
            Ulat penggerek daun menyerang dedaunan yang masih muda sampai yang sudah tua. Pada mulanya ulat ini melubangi bagian ujung daun lalu masuk kedalam daun bawang. Akibatnya ujung daun seperti terpotong-potong , bukan hanya itu jaringan dalam daun pun dimakan. Setelah habis, ulat-ulat tersebut berpindah ke daun lain yang masih sehat. Demikian seterusnya hingga dengan cepat tanpa disadari seluruh tanaman telah diserang.
            Akibatnya daun bawang terlihat menerawang tembus cahaya atau terlihat bercak-bercak putih, akhirnya daun jatuh terkulai, jika tidak segera ditangani hama ulat akan menyerang seluruh tanaman bawang akan menyebabkan tanaman bawang tumbuh tanpa daun, sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan yang akan berimbas pada hasil panen. Semakin cepat hama ulat penggerek daun ini dibasmi maka akan semakin baik bagi perkembangan budidaya bawang merah yang sedang dijalani.
            Pemberantasan hama ulat penggerek daun dapat dilakukan dengan cara memburu telur-telurnya yang mudah ditemukan dipermukaan daun. Akan tetapi cara ini dianggap kurang efisien karena memakan banyak waktu juga membutuhkan tenaga besar. Penyemprotan dengan pestisida dapat dilakukan untuk membasmi hama ulat penggerek daun, diantara pestisida yang dapat diberikan adalah Diazinon 60 EC dengan konsentrasi 0,1-0,2% , Phosvel 300 EC konsentrasi 0,2-0,25% , lannate konsentrasi 3-6% , Tamaron konsentrasi 0,1-0,2% dan pestisida lain yang dapat dijumpai di toko-toko pertanian.

            Demikian sedikit uraian dari kami, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Bagi pembaca yang ingin mengetahui cara budidayabawang merah dan mencari bibit dengan kualitas terbaik, dapat menghubungi kami di : 087838393451
Mengendalikan hama ulat daun dengan treatmen yang tepat